IRONI KARANGAN BAHASA INDONESIA

Lama sekali rasanya saya tidak menulis di blog tercinta ini. Bisa dibilang saya sudah mulai melupakkan blog yang telah mengajarkan saya banyak hal juga mengantarkan saya kepada ilmu2 yang saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkannya.

Ketika saya memulai perkuliahan bahasa indonesia saya, saya bertemu dengan dosen yang juga aktif ngeblog. Nama beliau Teguh Santosa. Seorang jurnalis juga diplomat mandiri. saya diminta menuliskan sebuah karangan bahasa indonesia dalam waktu yang sangat sempit dan menguploadnya di blog kelompok.

Ketika saya upload karangan saya di blog kelompok saya, saya terdorong untuk mempostnya juga di blog yummy ini. jadi maaf kalau bahasa karangan ini agak jelek dan kurang lengkap karena limitnya waktu.

Ketika saya duberi tugas untuk menulis, otak saya terus berputar mencari ide, mengorek-orek data, informasi, kejadian juga peristiwa apapun yang sekiranya menarik dari otak saya.

Namun saya tak jua menemukan tema apa, kejadian apa juga informasi apapun yang bisa saya tuliskan di kertas putih ini. Saya memaksa diri saya untuk terus berfikir, menggali berbagai macam ide yang terus berputar-putar di benak saya. Akhirnya saya putuskan untuk menulis tentang kota kelahiran saya, kota kebanggaan juga sumber pusaran rindudan cinta saya ; Purwokerto.

Banyak orang tidak tahu dimana letak Purwokerto,apa makanan khasnya juga apa saja yang bisa dibanggakan darinya. Padahal cukup banyak hal yang bisa diungkap dan dibanggakan dari kota kecil bernama Purwokerto ini.

Kota Purwokerto merupakan kota utama dari kabupaten Banyumas. Sebuah kabupaten yang orang jarang mengenal dan mendengarnya. Kabupaten Banyumas mungkin bisa disatukategorikan dengan kabupaten Tegal yang memang notabenenya sudah sangat terkenal dengan warungnya. Letak persamaan Banyumas dengan Tegal adalah bahasa ngapak, orang-orang, makanan dan kebudayaannya.

Baiklah, mari kita mulai saja.

Purwokerto terletak di kaki gunung slamet, gunung yang pastilah anda kenal. Hawa di Purwokerto dingin tapi tidak sampai membekukan tulang, menggemerutukkan gigi juga tidak membuat kita ingin terus bergelung di kasur, berselimut tebal, tidur-tiduran ditemani bakso panas dan teh hangat.

Mungkin bisa dibilang hawanya segar, bukan dingin, sejuk mungkin lebih tepat lagi. Pepohonan tumbuh dengan suburnya baik di daerah terpencil Purwokerto maupun di pusat kota. Udaranya yang menyejukan badan dan membuat fresh otak terus bisa dihirup dari pagi hari, ketika udaara pada umumnya memang sejuk, hingga malam hari.

Jangan bandingkan udara Purwokerto dengan Jakarta yang memang selain panas juga udaranya sangat menyesakkan dada apalagi di siang hari.

Setelah berbicara tentang udara, kita beranjak ke orang-orangnya atau penduduknya. Penduduk Purwokerto bisa kita bagi menjadi 3 bagian (menurut saya pribadi) yaitu:

  1. Yang pertama yaitu keturunan Tionghoa. Mereka adalah orang-orang yang menguasai hampir seluruh kegiatan perekonomian di Purwokerto. Mulai dari mall, swalayan, supermarket, toko-toko emas, toko-toko kelontong hingga pasar tradisional! Ciri-cirinya selain wajah tampan dan cantik, putih juga sipit, adalah kesombongan yang selalu mereka perlihatkan pada orang-orang pribumi. Memang tidak semua keturunan Tionghoa seperti itu tapi hampir semua keturunan tionghoa yang saya temui selalu memperlihatkan kesombongan. Kesombongan seperti apakah yang saya maksud? Yah, definisi sombong antara Jakarta dengan Purwokerto mungkin berbeda jauh. Bagi orang Purwokerto, orang-orang desa yang berfikiran sempit dan cupet, sombong berarti tidak murah senyum juga perkataan yang tidak ramah.

Untuk lebih jelasnya, saya paparkan penduduk Purwokerto berikutnya; yang kedua yaitu orang pribumi atau Purwokerto asli. Mereka adalah orang-orang desa yang katro, simple dan saking simpelnya membuat pikiran mereka sangat sempit dan cupet. Mereka hanya ingin kebahagiaan dalam hidup yang bisa dirangkum dalam pepatah jawa yang sangat terkenal â€Ãƒ‹Å“mangan ora mangan asal kumpul\’. Hal ini menunjukan betapa tingginya kedudukan kebersamaan di kalangan pribumi. Dalam keseharianya, kebersamaan itu bisa diwujudkan dengan gotong royong, kerja bakti, saling membantu, saling ramah. Saling sapa dan saling senyum merupakan budaya wajib di kalangan pribumi. Seberapa sibukpun seseorang, seberapa repotnya keadaan seseorang, seberapa sedihpun seseorang dia harus melakukan kedua adat itu dengan tulus. Maka dari itulah, kebiasaan jarang tersenyum dan sapa orang-orang keturunan tionghoa membuat mereka dicap sebagai sombong.

yah seperti itulah buah tulisan saya dalam waktu singkat…kata beliau agak rasis, tapi bagi saya that`s the best i can do hehehe

5 pemikiran pada “IRONI KARANGAN BAHASA INDONESIA

  1. EHM.. yang dah jadi mahasiswi ni…

    neng, ko hotel damai yang ada di pwt ga disentil sih..
    he..

    ah damae jga dah jdi nak kuliahan hehehe

  2. sampai detik ini saya masih bertanya2 ttg keanehan di pwt. di sepanjang jalan hanya saya jumpai penduduk pribumi. sedikitpun tak tampak orang cina. tapi kalau di stasiun pwt, di ruang tunggu atau di peron berjubel orang2 cina, borju, kaya, dan cantik2 tentunya.

    keluar dikit dari peron udah gak ada. hanya para tukang ojek, becak, sopir taksi, dan warung2.

    dimanakah para orang cina itu tinggal. apakah mereka juga berkehidupan. atau hanya menjadikan pwt sebagai rumah istirahat saja.

    Semoga bisa menjawab. maaf kalau tampak rasis.

    dan makasih jika turut mempromokan blog malhikdua.

    ah lo rasis2an mah ga berani
    tpi mank pertanyaan2 tu jga slalu ada hehehe
    insya allah promosi ko….

  3. Aduh rasanya iri melihat teman satu angkatan bicara soal kuliah….but I am to enjoy my life now!…masalah menyinggung Tegal, wat tambahan selain ada kesamaan dari segi bahasa purwokerto juga menjadi daerah perlawanan raja Amangkurat I dalam me;lawan penjajah belanda. selain itu kesamaannya baik purwikerto maupun Tegal sama2 mempunyai mata air panas yaitu Batu raden dan Guci…Ukhti Ane minta no. HPmu wat konsultasi bahasa inggris..mohon di kirim ke miftahuna@gmail.com..thanks..

    hehehe….paham bener neh
    na kan limit jadiny nulis sekarepe….
    oke

  4. Purwekerto emang kadang jarang di kenal, klo da orang jkt or skitarnya nanya k nak pwt,”aslinya mana mas?”, dia jawab,” Purwekerto pak”, “hah purwakarta? jauh bgt”,, ,
    hahaha, padahalkan purwekerto ma purwakarta adalah dua mahluk yang berbeda, ya bgus deh uty nulis tntang Pwt, biar bisa lebih terkenal gitu,
    sory, baru sempet mampir, ^_^. .
    o ya, skarang kul di mana nweh?<

    ya tak apa2…yan penting kita masih bisa kepp blogwalking…..na di UIN jakarta

  5. oh begitu yah purwokerto 🙂
    hahaha
    tulisan yang menarik 🙂

    salam kenal ya mbak

    ya beginilah purwokerto…
    lam kenal juga…

Komentar ditutup.